Kamis, 28 Februari 2013

Bulan Malam Itu

Aku terdiam tak bisa tidur. Ku coba, ke sana ke sini.
Udara malam dalam kamarku terasa panas, gerah. Hanya sebuah kipas angin tua penuh debu yang selalu setia menjagaku agar aku bisa segera terlelap dengan hembusan angin sekadarnya.

Aku beranjak dari pembaringan ku. Kaos oblongku sudah basah kuyup, padahal baru beberapa detik saja aku terbaring. Tv masih menyala dengan lirih, ku abaikan.
Ku buka daun jendela kamarku. Satu, satu. Pelan, pelan. Udara di luar tak jauh berbeda. Hanya bulan penuh yang membuat malam itu begitu indah.

Ahh... aku ingin berlama-lama memandangnya. Sunyi. Terasa damai, akan lebih damai andai udara ini sedikit lebih ramah. Cukup, esok aku harus bangun pagi. Ku tutup kembali daun jendela. Aku pun segera ke pembaringanku dan menarik selimut. Berharap saat daun jendela itu ku buka esok, matahari akan tersenyum menyapaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar