Pagi ini, kamis, 15 november 2012. Saat ku terbangun ku rasakan bagai bangun dari mimpi indah yang panjang. Ya, kamu sudah tak di sini. Bersama ku. Kamu akan berada di tempat yang semestinya...
Tak terasa 6 bulan kita lewati bersama. Dari awal berkenalan, hingga hampir tiap hari tiap ada kesempatan kita pasti bersama. Entah hanya sekadar makan atau keliling kota. Teringat saat ku ungkap rasa di hati di minggu pagi yang cerah itu. Meski kamu sudah ada yang memiliki. Tapi tak apa, tak akan kurang besarnya rasa ini.
Sebelumnya, hidupku datar. Tak meriah, hanya hitam atau putih. Hingga kamu datang dengan pelangimu warnai hari-hari ku.
Waktu terasa cepat berlalu. Tawa, canda, sedih, air mata. Semua kita rasakan dan lalui bersama. Aku ingat saat pertama kita kenalan. Aku ingat bagaimana saat kamu tiba di sini. Aku ingat betapa lucu tingkahmu saat menyantap yogurt kesukaanmu saat kamu sedang bete karena tugas-tugasmu yang selalu bertambah seakan tidak ada habisnya...
Sekarang doamu, doa kita telah dikabulkan. Dan kamu pun kini sedang dalam perjalanan pulang bertemu dengan keluargamu yang sangat kamu cintai. Kamu akan bekerja di tempat yang bukan hanya di idam-idamkan oleh kamu, tapi juga hampir semua teman kita.
Sore ini pukul 16.00, hujan lebat turun dari langitNya. Mengingatkanku pada hari itu. Tepat dua hari yang lalu. Wangi tubuhmu masih melekat pada jas hujan yang ku kenakan. Rindu. Ya, rindu ku akan dirimu pun tak terbendung, tak dapat ku sangkal lagi. Berdua, menerjang hujan yang tiada henti dari sore hingga malam. Seperti anak kecil yang sudah lama tidak bermain hujan.
Meski semua berlalu dan kamu tak di sini, janji ku tetap akan ku pegang. Janji untuk menunggumu. Menunggu hari itu tiba. Menunggu kabar itu yang aku tak tahu baik atau buruk. Tapi yang aku yakin, semua ini adalah yang terbaik untuk kita.
Ingatlah, ini bukanlah akhir tapi awal.
Untuk wanita yang paling aku kasihi selain mama & adikku....
Indri Andriani
Aku merindukanmu...



